
Dialog dengan Nakes Penyintas Kiwirok Menteri Bintang: Kawal Pendampingan Mereka Hingga Pulih
Siaran Pers Nomor: B-374/SETMEN/HM.02.04/10/2021
Kota Jayapura (9/10) – Sebagai bentuk pengawalan atas tragedi pembakaran dan penyerangan tenaga kesehatan di Distrik Kiwirok, Kab. Pegunungan Bintang, Papua pada September lalu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga berkesempatan berdialog langsung dengan para nakes penyintas tragedi Kiwirok di Kota Jayapura, Papua.
Menteri Bintang menegaskan pemulihan psikis para nakes penyintas agar bisa kembali pulih seperti sedia kala merupakan prioritas utama saat ini. Selain itu, jaminan perlindungan bagi mereka dan keluarganya harus menjadi perhatian dari pemerintah daerah.
“Kita semua sangat menyayangkan tragedi penyerangan yang dilakukan kepada para nakes khususnya ketika mereka sedang menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Pada hari ini saya ingin bicara dari hati ke hari dan berdialog santai untuk membahas situasi dan kondisi para nakes di Kab. Pegunungan Bintang. Ini merupakan kesempatan yang berharga dan membahagiakan untuk saya dapat bertemu dengan kalian semua, orang-orang hebat dan tangguh yang berjiwa besar,” tutur Menteri Bintang.
Menteri Bintang menerangkan sejak awal terjadinya tragedi yang menimpa nakes di Kab. Pegunungan Bintang ini, Kemen PPPA telah melakukan koordinasi yang intens dengan Kapolres, demikian juga teman-teman dari HIMPSI, dan teman-teman di daerah untuk kemudian mengawal tindak lanjut dari penanganan kasus ini.
“Saya berharap apa yang menjadi harapan dari teman-teman nakes dapat terpenuhi dengan sinergi dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, Komnas HAM, kepolisian dan seluruh pihak yang terlibat. Mereka semua sudah melakukan pengabdian yang luar biasa bagaimana komitmen mereka untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat khususnya perempuan dan anak di Kab. Pegunungan Bintang. Apalagi tadi disampaikan bahwa angka kematian ibu di Kab. Pegunungan Bintang masih tinggi maka dari itu betapa pentingnya pelayanan kesehatan terbaik harus diberikan di sana. Kami sekali lagi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pak Bupati, mudah-mudahan komitmen untuk memenuhi hak-hak korban nakes ini dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Menteri Bintang.
Menteri Bintang mengatakan terkait dengan harapan dan kebutuhan dari para nakes ini akan dikoordinasikan dan dikaji terlebih dahulu untuk kemudian dapat menentukan siapa yang mengerjakan apa agar masing-masing dapat mengambil perannya dalam memberikan perlindungan kepada mereka.
“Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi Bupati Pegunungan Bintang yang telah bergerak cepat memberikan penanganan dan perlindungan kepada para nakes. Besar harapan agar pertemuan ini akan mendapatkan bagaimana solusi dari masalah yang terjadi agar tidak terulang dikemudian hari khususnya terhadap perempuan. Perempuan berhak untuk mendapatkan posisi yang setara, kesempatan yang sama, bagaimana pemenuhan hak anak, betul-betul kami titip kepada bapak bupati sebagai pengambil keputusan di Kab. Pegunungan Bintang. Untuk para pelaku, setiap kasus kami punya komitmen memberikan yang terbaik kepada korban. Bagi para pelaku, efek jera menjadi penting. Kalau tidak ada penindakan yang tegas kejadian-kejadian ini akan terus berulang. Inilah yang harus menjadi perhatian dan komitmennya untuk mengawal kasus ini. Ini perlu kerja sama, sinergi bersama, untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ujar Menteri Bintang.
Terkait upaya-upaya konkrit dalam hal penanganan kasus penyerangan nakes, Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana mengatakan telah mengupayakan berbagai jalan dalam hal perlindungan nakes. Pemberian jaminan keselamatan untuk para nakes adalah yang utama dengan sinergi dan kerjasama dengan pihak kepolisian, Komnas HAM, HIMPSI, dan dinas pemangku kepentingan lainnya.
“Bicara soal perempuan, erat kaitannya dengan kehidupan oleh sebab itu memberikan jaminan perlindungan bagi mereka adalah suatu prioritas. Meski saat ini dalam kenyataannya masih banyak yang belum sesuai terkait dengan perlindungan perempuan, namun tentu kami akan terus berupaya agar dapat memenuhi hak-hak mereka. Kesetaraan gender dan tumbuh kembang anak harus terus berjalan dengan baik dalam kondisi apapun. Kami sudah mempunyai badan khusus perempuan dan anak yakni Dinas PPPA, saat ini program-program sedang dilakukan dan akan terus dilakukan. Kita harus mewujudkan cita-cita bersama bahwa perempuan harus bisa tampil dan mengambil peran dalam pembangunan nasional,” ujar Spei Yana.
Dalam dialog berlangsung, perwakilan dari salah satu nakes, Marselinus Ola Atanila berbagai pengalaman yang terjadi saat peristiwa penyerangan tersebut. Marselinus mengatakan merasa sangat bangga bisa bertatap muka dan bicara dari hati ke hati dengan ibu Menteri.
“Satu hal yang sangat penting dan menjadi perhatian kami semua adalah selepas kejadian ini pelayanan kesehatan di Kab. Pegunungan Bintang harus kembali diberikan untuk masyarakat. Kami memang tidak akan kembali ke sana, namun besar harapan kami akan ada yang kembali memberikan pelayanan kesehatan di sana menggantikan kami. Sebab di sana masih sangat membutuhkan pelayanan kesehatan terbaik. Kami juga memohon agar bisa memberikan perhatian secara khusus kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Pada kesempatan ini juga, kami sudah menyampaikan ke polda terkait keterangan yang dibutuhkan pihak kepolisian. Setalah ini kami akan kembali ke kampung halaman masing-masing untuk menenangkan diri dan menjalani proses pemulihan. Kebutuhan terpenting yang kami harapkan saat ini adalah jaminan keamanan saat kami berada di sini sampai kembali ke kampung halaman masing-masing. Terima kasih kepada Ibu Menteri dan seluruh pihak yang menguatkan kami dalam menghadapi mimpi buruk ini,” terang Marselinus.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Papua, Yoshephine mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan penanganan bagi para nakes, terutama Ibu Menteri yang hadir di Jayapura. Yoshephine juga menceritakan bagaimana pendampingan yang diberikan HIMPSI dari awal kejadian sampai dengan sekarang. “Ini belum selesai, pendampingan bagi mereka harus sampai mereka kembali mandiri dan bisa benar-benar kembali pulih. Saya percaya mereka semua adalah orang-orang kuat yang pasti akan bisa bangkit, karena masa depan mereka semua masih panjang.” Ujar Yoshephine. Dalam dialog tersebut, hadir pula perwakilan dari Polda Papua dan Komnas Hak Asasi Manusia Papua, perwakilan OPD terkait dan para nakes pendamping.
BIRO HUKUM DAN HUMAS
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 10-10-2021
- Kunjungan : 1207
-
Bagikan: